Saturday, January 14, 2017

Kilas Buku: Playon

33000197
source: goodreads
Judul: Playon: Kumpulan Puisi
Pengarang: F Aziz Manna
Paperback, 80 halaman
November 28, 2016

Playon
Garis awal, garis pintu, satu kaki di depan, satu di belakang, kepala lurus, angin bersidorong. yang lalu lintaslah, yang lintas lalulah. garis jalan, garis belokan, satu kaki membumi, satu kaki mengawang, kepala lurus, angin bersidorong. yang lalu lintaslah, yang lintas lalulah. garis akhir, garis pintu, satu kaki di dalam, satu di luar, kepala lurus, angin bersidorong. yang lalu lintaslah, yang lintas lalulah. debu dan keringat lengket, pikiran sekosong ceret, garis hablur terseret, angin bersidorong. yang lalu lintaslah, yang lintas lalulah.

Pada dasarnya buku ini adalah kumpulan puisi, seperti yang tertera pada sampulnya. F Aziz Manna adalah pemenang Sayembara Sastra Dewan Kesenian Jawa Timur 2015. Playon, judul kumpulan puisi ini, yang juga merupakan salah satu judul puisi dalam buku ini, bagi saya, adalah kumpulan kenangan yang dirangkum sang penulis tentang banyak masa lalu, baik yang bahagia ataupun yang tidak.

Ada tiga bagian dalam Playon; Main (bagian pertama), Ajang Barang (bagian kedua), dan Laku (bagian ketiga). Playon memuat bagian kenangan masa kecil, dengan sebagian besar isinya adalah mengenai anak-anak bermain, merconan, kereta luncur, balon, dan banyak lagi. Saya sendiri larut dengan kenangan itu, kenangan saya sendiri. Membicarakan masa kecil tentu tidak akan pernah habis. Hingga kini saya masih sangat rindu untuk kembali ke masa itu, Bagian pertama: Main, seperti meremukkan hati saya yang kepalang rindu. Ingin saya membetulkan masa Main. Ingin saya merasakan masa kanak-kanak yang lebih indah, tanpa ujaran kebencian dari orang-orang dewasa. Terkadang orang dewasa hanya mengganggu anak-anak dengan nasihat yang keras. Padahal anak-anak hanya butuh main. Mereka tidak mengerti maksud dari nasihat yang rumit. Anak-anak hanya butuh perhatian, dan dengan begitu mereka dapat mengerti.

Bagian Kedua: Ajang Barang, adalah bagian dengan jumlah puisi paling sedikit di antara tiga bagian. Menurut saya, pada bagian ini, penulis ingin menyampaikan tentang masa transisi dari masa kanak-kanak menuju dewasa, masa kemandirian.

Bagian ketiga: Laku. Penulis sudah melewati dua masa. Kini tinggal hasil yang dituai. Rumah yang dulu ramai, kini sepi. Ayah dan ibu pergi. Lalu saya yang juga merasa sedang berada dalam bagian ketiga merasakan hal yang sama. Karena memang ada masa yang harus kita jalani secara mandiri, membentuk rumah tangga baru entah bersama pasangan dan keturunan atau sendiri saja.

Sekian.

Tuesday, November 29, 2016

Seaside Blog tour and Giveaway: The Winner



Hi, readers. . .
Terima kasih ya sudah berpartisipasi dalam blog tour Seaside 📘. Saya sebagai host baru 🐈, memberi apresiasi yang dalam untuk kalian semua. 👏

Jadi gimana nih, langsung saja ya. Saya lagi bingung mau berbasa basi seperti apa lagi. 🐒

Baiklah saya umumkan sekarang. Pemenang blog tour Seaside season IV adalah:
Elsita F. Mokodompit
@sitasiska95

Selamat ya untuk Elsita. . 🎉🎇🎆🎆🎊 Silakan konfirmasi ke email fadhilmu87[at]gmail.com atau kukilasbuku[at]Gmail. com.

Semoga bukunya menjadi sesuatu yang menyenangkan untuk mengisi waktu luang.

Sampai bertemu lagi di blog tour mendatang (barangkali kilas buku dapat kesempatan menjadi host lagi. 🐰

See you.

Tuesday, November 22, 2016

Blogtour dan Giveaway: Seaside



Judul: Seaside
Pengarang: Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Penyunting: Misni Parjiati
Tebal: 236 Cetakan: 1, Oktober 2016
Penerbit: Senja

Apa yang akan kamu lakukan jika orang tuamu adalah orang yang bekerja di dunia hukum, dunia yang begitu dekat dengan pejabat dan juga penjahat. Orang tuamu pun bukanlah orang yang mudah mengenal kompromi sehingga menjadikannya sasaran empuk bagi mereka yang haus uang haram. Nah, begitulah yang dirasakan gadis ini. Dia bukanlah gadis istimewa sebelum kejadian ini. Ia hanya anak kuliahan yang masih haus perhatian dari orang tuanya. Sampai sang ayah harus mendekam di penjara, ia memendam perasaannya pelan-pelan. Dan perasaan itupun berubah menjadi dendam.

Sang gadis bertekad mencari jalan untuk menghabisi siapa saja yang membuat ayahnya menderita. Tanpa sepengetahuan ayahnya, ia menyeburkan dirinya sendiri ke dunia hitam yang benar-benar asing. Berawal dari teman ayahnya yang ia kontak langsung, ia pun bertemu dengan orang-orang yang akan membantunya nanti. Semua nama berawalan dengan huruf A: Anon, Alisha, Alri. Ah, apalah arti sebuah nama jika memang mereka adalah orang yang berkompeten untuk membantumu.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...