Top Social

[Blogtour & Giveaway] Kilas Buku: Berdamai Dengan Kanker

|


Judul Buku     : Berdamai Dengan Kanker
Penulis            : Rahmi Fitria
Penerbit         : PT Elex Media Komputindo
Cetakan I        : 2018
ISBN                : 978-602-04-5330-9
Tebal              : 205 hal

Kanker adalah momok menakutkan bagi banyak orang. Sebab ia adalah penyakit yang dapat menjalar dengan cepat dan mengambil alih organ tubuh hingga kehilangan fungsinya.

Rahmi Fitria, salah seorang penyintas kanker payudara, memutuskan untuk menulis buku atas pengalamannya sendiri, dan juga orang lain yang memiliki pengalaman sama dengannya. Ada 13 orang yang membagikan kisahnya termasuk Titiek Puspa, Shahnaz Haque, dan dr. Ratih Citra Sari.

Titiek Puspa terkena kanker serviks di usia yang tidak lagi muda. Menurut apa yang pernah saya baca, ada sekitar 20% wanita lansia yang beresiko menderita kanker serviks seperti Eyang Titiek Puspa ini. Meskipun Eyang nrimo (sebagian hal karena sudah sepuh), ia tidak sertamerta putus asa. Ia yakin bahwa dirinya masih diberi kesempatan untuk hidup, maka ia bertahan. Ajaib, hanya dalam waktu 13 hari ia sembuh dengan meditasi.

Sementara Shahnaz Haque, artis dan presenter yang terkenal ceria, pernah terkena kanker ovarium sewaktu belum menikah. Kondisinya ini membuat Shahnaz tidak terlalu memikirkan pernikahan karena ada resiko tidak bisa mendapatkan keturunan. Sungguh kuasa Tuhan, akhirnya ia menikah dengan musisi Gilang Ramadhan dan memiliki tiga orang anak! Lagi-lagi Tuhan membuat segalanya menjadi mudah bagi mereka yang percaya. Karakter Shahnaz yang riang gembira sangat membantu kesembuhannya. Bahkan dokternya sendiri bilang kalau ia tidak akan segera mati karena penyakitnya karena selalu tertawa.

Siapa sangka seorang dokter terkena penyakit mematikan ini? Kanker tidak pandang bulu. Ia dapat hinggap pada siapa saja. Ratih Citra Sari, seorang dokter yang juga pernah menjadi host dalam sebuah acara di salah satu kanal televisi, terkena kanker sumsum tulang ganas yang biasanya menyerang orang-orang dengan rentang usia di atas 50 tahun. Ratih yang saat terkena kanker sedang mengalami kondisi baik dalam pekerjaan dan pendidikan harus merelakan itu semua demi mengobati penyakitnya. Seperti Titiek Puspa, saat tubuhnya tengah lelah dengan kemoterapi, ia mencoba menenangkan diri dan melakukan yoga. Luar biasa, pikiran yang tenang dapat membuat tubuh ikut tenang dan pulih. Ia belum dinyatakan sembuh sehingga ia sadar penyakitnya dapat kambuh sewaktu-waktu. Maka yang ia lakukan adalah makan dengan pola dan menu yang benar, menjauhi stres, dan berlatih yoga iyengar.

Banyak faktor yang menyebabkan kanker, mulai dari gen, makanan, lingkungan, gaya hidup, juga stres dan perasaan tidak berdaya. Selain melampirkan kisah penyintas kanker, buku ini juga menyertakan berbagai artikel mengenai penelitian tentang hubungan pikiran yang tertekan dengan penyakit kanker. Pun, yang juga tak kalah bermanfaat adalah lampiran stimulasi fisik untuk ketenangan pikiran dan resep smoothie buah dan sayur.


Buku ini bisa didapatkan di toko buku ataupun ebooknya di aplikasi Gramedia Digital. Hasil penjualan akan disumbangkan untuk YOAI Foundation (IG: @yoaifoundation). Tapi, blog ini memberikan satu secara gratis untuk yang berhasil terpilih. Berikut syarat dan caranya:

1. Follow blog Ini.

2. Follow akun Instagram Berdamai dengan Kanker (wajib) IG @berdamaikanker

3. Follow social mediaku Twitter : @kilasbuku , dan Instagram  : @buku.dibaca.in

4. Share link giveaway ini di akun sosial media kalian dengan mention twitterku  dan IG berdamaikanker

5. Pertanyaan : Mengapa kamu ingin membaca dan memiliki buku Ini?

6. Jawaban ditulis di kolom komentar postingan ini

       Nama :

       Akun IG :

       Email :

      Linkshare :

       Jawaban :

    7. Giveaway ini hanya berlaku bagi kalian yang memiliki alamat pengiriman di Indonesia

     8. Periode giveaway ini dari tanggal 4 – 10 November 2018

     9. Pengumuman pemenang akan dilakukan maksimal tiga (3) hari  setelah giveaway berakhir

    10. Ada 1 orang yang akan mendapatkan Buku Berdamai dengan Kanker dari penulisnya

Semoga beruntung.


  • UPDATE: PEMENANGNYA ADALAH SABBATH NATALIE 




[Blogtour and Giveaway] Kilas Buku: Perempuan Batih

|


Judul: Perempuan Batih

Pengarang: A.R. Rizal

Penyunting: Misni Parjiyati

Sampul: Suku Tangan

Cetakan: Pertama, Juli 2018

Halaman: 260 hlm

Penerbit: Laksana

Entah siapa nama aslinya, perempuan tua itu selalu dipanggil "Gadis". Dikisahkan ia tengah menyambi berdagang durian saat tim SAR mengevakuasi jenazah keluarganya. Kesedihan yang menggunung sudah tak mampu membuatnya menangis. Baginya semua perih sudah saatnya terkubur bersama gempa dan longsor yang terjadi di kampungnya.

Itulah awal mula Gadis bertemu dengan tokoh Aku yang berprofesi sebagai wartawan. Kisah hidupnya sangatlah menggugah hingga tokoh Aku tertarik untuk membukukannya.

Gadis tidak pernah mengenal bahagia. Sejak kecil ia sudah ditinggalkan orang tuanya. Satu-satunya peninggalannya adalah rumah batu dan mamaknya, Zainun, jika itu dapat dihitung. Dalam masyarakat yang menganut paham matrilineal, Gadis adalah garis utama keluarga. Darinyalah nama keluarga dapat diteruskan. Itulah mengapa ia pantas mendapat kesan sebagai "perempuan batih".

Menurut KBBI daring kata "batih" berarti orang seisi rumah yang menjadi tanggungan. Maka Gadis memang pantas menjadi si penanggung, mengingat sifat dan kerja kerasnya. Sayang, ia harus dijodohkan dengan Darso, seorang lelaki yang hanya pandai mengandalkan jerih payah sang isteri. Yang mampu lakukan hanyalah memberi 4 anak dan pergi merantau tanpa pernah kembali.

Gadis tidak pernah berharap Darso lagi. Keempat anaknya ia didik dengan kemampuannya sebagai ibu. Tapi yang namanya anak-anak, mereka tumbuh atas dirinya sendiri.
"Ia menjadi karena dirinya sendiri." (hlm. 82)


Saya mengagumi Gadis atas kekerasan hidupnya, sifatnya, perilakunya, dan juga pendiriannya. Gadis adalah perempuan tangguh yang sanggup menyentil laki-laki. Memang, novel ini banyak menggambarkan bagaimana sosok laki-laki yang senang berperilaku "take it for granted" dan senang dilayani. Syukurlah Gadis tiada sudi melakukan hal itu pada siapapun yang tak tahu berterimakasih. Ia lebih senang sendiri walau harus makan hati karena sedih ditinggal anak cucu.

Sekali lagi, tangguh. Pandai menempatkan diri. Mampu membaca situasi. Itulah yang ingin diajarkan Gadis kepada para pembaca kisahnya.
"Gadis belajar dari kehidupan. Alam yang membentang, itu mata pelajaran yang tak pernah habis untuk diselami." (hlm. 168)


Saya senang penerbit Diva dengan lini Laksana menerbitkan novel sebagus ini. "Perempuan Batih" adalah jenis novel yang mengambil latar belakang kehidupan perempuan Sumatera Barat. Tokoh Gadis adalah contoh perempuan yang masih memegang teguh tradisi. Konflik datang ketika ia harus dihadapkan pada "culture shock" yang dibawa oleh anak dan menantunya sendiri. "culture shock" itu pula yang menggiringnya sebagai perempuan kesepian di kampungnya. Perempuan yang menjaga keluarga. Perempuan Batih.

Tertarik memiliki sebuah novel "Perempuan Batih" secara gratis? Berikut caranya:

1. Wajib follow twitter @divapress01 dan @laksana_fiction juga @kilasbuku ya hehe. Jika tidak ada Twitter, silakan like fanpage Panerbit DIVA Press atau IG @penerbitdivapress.  Pilih salah satu saja atau mau semuanya juga oke.

2. Share/bagikan postingan kuis ini di media sosial kamu. Jangan lupa sertakan tagar #PerempuanBatih  dan colek @divapress01 dan @Laksana_Fiction juga @kilasbuku . Kalau di FB dan IG, colek saja Penerbit DIVA Press. Pilih salah satu media sosial yang kamu punya saja.

3. Tulis data diri pada kolom komentar 
Nama:
Twitter:
Email:
Tautan membagikan:

4. Dimohon untuk hanya menulis data diri satu kali saja. Kuis ini hanya berlaku untuk peserta yang tinggal di Indonesia atau memiliki alamat kirim di wilayah Republik Indonesia.

5. Kuis berlangsung antara 1-8 September 2018. Pengumuman pemenang insyaAllah Tanggal 9 September 2018. Pemenang dipilih secara acak.

UPDATE
PENGUMUMAN PEMENANG
SELAMAT KEPADA

Nama:Wahid Ryan
Twitter:@wahidryan1

Mohon konfirmasi data diri ke surel kukilasbuku(at) gmail.com
Jika dalam kurun waktu 2x24 jam Sejak 9 September, maka akan Saya pilih pemenang lain. Terima kasih.

Gramedia Kids - Gramedia World Harapan Indah

|

Rabu, 4 Juli, kemarin saya mengajak anak-anak menuju Gramedia Harapan Indah. Tertarik ke sana karena banyak yang bilang ada satu areal yang disebut dengan Gramedia Kids. Bayangan saya tentangnya sudah melambung tinggi, yakni akan banyak spots bermain di sudut-sudutnya.

Saya mencaritahu tentang Gramedia Kids Harapan Indah di berbagai ulasan di mesin pencari. Setiap ulasan positif karena membuat anak menjadi betah diajak ke toko buku. Yup, saya membayangkan Gramedia Kids akan seperti sudut baca anak yang selain menyediakan buku, juga menyediakan permainan yang asyik. Oh ya, sebelumnya saya juga sudah tahu kalau di Gramedia Kids banyak menjual permainan anak seperti boneka dan mobil-mobilan.


Saya berangkat dari rumah pukul 10.30. Sesampainya di tujuan sekitar pukul 10.50, namun area toko masih sepi. Mungkin karena baru buka satu jam sebelumnya.
Tidak menunggu lama, saya langsung masuk ke dalam dan menjelajah dengan tujuan utama mencari Gramedia Kids. Tidak sesuai dugaan, tidak ada tulisan "Gramedia Kids" yang menempel di salah satu area yang saya pikir adalah tujuan awal kami. Tapi sepertinya benar area tersebut adalah Gramedia Kids dengan berbagai mainan terpajang di rak-rak display. Bahkan seperti yang saya lihat di salah satu review, ada peta "ular tangga" tercetak di lantai pintu masuk.


Dengan gembira saya dan anak-anak melanjutkan jelajah. Kembali saya temukan permainan "ciplek gunung" (kalau saya sih menyebutnya dengan nama "bete") tercetak di lantai. Anak saya langsung menghampiri "ciplek gunung" dan merasa takjub dengan angka-angka yang besar.
Setelah puas dengan "ciplek gunung", kami kembali menjelajah ke dalam toko, sambil melihat-lihat berbagai mainan yang dijual. Kami pun kembali menemukan areal bermain yang cukup asyik, yakni meja dan kursi untuk beraktivitas serta perosotan yang terbilang tinggi bagi balita. So, perosotan di sini lebih cocok untuk anak yang tingginya cukup, mungkin usia TK dan SD.

Tidak terlalu lama berada di Gramedia Kids, saya menuju lantai atas. Sepanjang koridor banyak lapak dari pihak lain seperti makanan, minuman, bahkan areal permainan yang boleh dimainkan dengan membayar tiket (asumsi saya seperti itu, karena saya belum sempat masuk dan mencaritahu).

Di lantai atas ada Gramedia toko buku, dan lapak-lapak dari pihak Gramedia sendiri, seperti ATK dan berbagai jenis tas. Saya pikir sepertinya lapak buku yang dijual di Gramedia Harapan Indah sangat kecil dan sedikit, padahal gedung Gramedia sendiri cukup besar. Jika saya bandingkan dengan Gramedia Matraman yang juga punya satu gedung sendiri, sepertinya porsi buku yang dipamerkan di sana juga lebih banyak. Atau mungkin memang banyak hal yang menjadi pertimbangan ya. Kalau Gramedia Matraman kan memang sudah lama berdiri dan sudah banyak yang menjadi pelanggan tetap sejak dulu.


Satu lagi yang saya sayangkan, dan kalau boleh saya usulkan sekalian hehe. Pada area Gramedia Kids, Selain hanya memamerkan mainan, lebih baik pamerkan juga buku-buku anak. Sehingga anak-anak yang berada di sana dapat mencari mainan dan buku kegemarannya sekaligus. Dan setidaknya anak-anak yang tadinya tidak menyukai buku, barangkali akan tertarik membeli sebuah, begitu juga dengan anak-anak yang kurang suka mainan. Strategi pemasaran yang lumayan kan.

Jadi pendapat saya soal Gramedia Harapan Indah, yah lumayan untuk sebuah toko buku. Cuma kurang ramai saja, semoga bisa lebih ramai dan makin ramai ke depannya.
P. S. Sayang sekali saya kurang banyak mengambil gambar. Kapan-kapan kalau ke sana lagi, akan saya tambahkan gambar dan infirmasi terbaru. 

Custom Post Signature