Top Social

Blogtour & Giveaway Departemen Hati: The Winner

|


Hai... langsung saja ya sekarang waktunya pengumuman pemenang Departemen Hati. Sudah siap?? OK, pemenangnya adalah:

Nama : Rasuna R. ZoraTwitter : @zorazolla


Selamat bagi pemenang. Mohon kirim konfirmasi nama, alamat kirim, dan nomor HP ke email kukilasbuku[at]gmail.com
Jika dalam waktu 2x24 jam belum ada konfirmasi, maka akan dipilih pemenang lain.

Bagi yang ndak menang di edisi pekan pertama Blogtour Departemen Hati ini, masih ada 3 blog lagi kok yg bagi-bagi novel gratis ini. Untuk jadwal lihat gambar di atas ya.

Sukses ya semuanya. I heart you!! Ceilah! :D

Kilas Buku: Departemen Hati [Blogtour & Giveaway]

|

Judul: Departemen Hati
Pengarang: Jaka Perdana 
Penyunting: Georgia Rose
Tebal: 220
Cetakan: I, Februari 2018
Penerbit: Diva Press

Rini adalah seorang siswa di SMK Fajar yang sedang magang di PT Jaya bagian pemasaran. Uniknya nama bagian tersebut mendapat julukan Departemen Hati. Pimpinan PT Jaya memang mengharuskan tiap departemen mempunyai julukan sesuai organ tubuh manusia, seperti bagian perencanaan yang disebut dengan Departemen Otak, atau bagian transportasi yang dijuluki Departemen Kaki.

Rini tidak menduga jika karyawan yang bekerja di bagian pemasaran adalah cowok-cowok ganteng, termasuk kepala bagian, Pak Danang Zylgywin. Cowok-cowok di Departemen Hati memang ganteng dan memiliki sifat yang berbeda. Seperti Kak Chicko yang senang ngegombal, Kak Dede yang jutek, Kak Zacky yang rapi jali, Kak Tony yang perhatian, dan Kak Beni yang sering telat. Mereka juga punya latar belakang pendidikan yang berbeda, Pak Danang, Kak Zacky, dan Kak Beni adalah lulusan sarjana, sementara Kak Chicko dan Kak Toni lulusan SMK. Bahkan Kak Beni berasal dari SMK yang sama dengan Rini. Karyawan di PT Jaya memang berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari yang lulusan luar negeri hingga dalam negeri. Pekerjaan yang baik dan sungguh-sungguh lah yang dinilai di dunia kerja bukan almamater.

Suatu ketika Rini mendapat sepucuk surat di atas meja kerjanya. Bukan sembarang surat, melainkan surat cinta. Yang membuat Rini bingung, surat itu seperti surat kaleng yang tanpa ada nama pengirim. Rini pun penasaran. Sekarang tugasnya bertambah satu: mencari si pengirim surat cinta yang sebenarnya. Ia yakin si pengirim masih dalam satu lingkup di Departemen Hati. Jadi siapa ya si dia itu: Pak Danang, Kak Zacky, Kak Chicko, Kak Dede, Kak Toni, atau Kak Beni?
***

Buku yang kali ini saya ulas adalah buku bernuansa remaja. Jadi jika kalian sedang suntuk dan ingin mencari bacaan yang sangat ringan dan ndak perlu mikir, Departemen Hati adalah pilihan yang tepat. Kisahnya lucu dan khas remaja yang jatuh cinta.

Rini, tokoh utama cerita. itu sosok yang lugu dan senang dengan hal-hal yang berbau K-Pop seperti kebanyakan remaja zaman now. Karakternya tipikal siswa sekolah yang patuh dan rajin karena memang ia mengejar nilai yang baik. Walaupun senang K-Pop tapi harus tetap berprestasi di sekolah donk ya.

Sementara cowok-cowok yang ada di Departemen Hati adalah sosok yang mungkin biasa kamu temui di dunia nyata dan dunia idola, hehe. Soalnya semua cowok digambarin ganteng sih, bahkan si Beni yang jarang mandi. Kalau saya pribadi sih paling suka dengan karakter Toni yang sangat perhatian dengan Rini. Rasanya perhatian yang Toni limpahkan kepada cewek itu tulus apa adanya. Ceilah!

Selebihnya konflik cerita dibuat seringan mungkin. Kalaupun ada yang berat, benar jadilah ringan. Karena buku ini memang bertujuan untuk menghibur, ndak untuk bikin mumet. Jadi nikmati saja kisah yang Rini ceritakan dalam novel ini, tentang suka dukanya menebak si pengirim surat cinta kaleng. ;)

***


OK! Sekarang Giveaway time! Penerbit Diva Press mau bagi-bagi novel Departemen Hati karya Jaka Perdana buat kamu. Ada satu novel gratis yang akan dibagikan di blog ini untuk satu orang pemenang. Tentu saja ada syarat dan ketentuannya ya. Gampang aja kok. Yuk simak.

  1. Wajib follow twitter @DIVA_Fiction @divapress01 dan like akun fanpagenya Penerbit DIVA Press 
  2. Follow blog ini dan akun twitternya di @kilasbuku (opsional) 
  3. Wajib share/bagikan postingan kuis ini di akun media sosial kalian dan menyenangkan @DIVA_Fiction @divapress01 dan @KilasBuku ya, minimal satu kali saja. 
  4. Memiliki alamat kirim hadiah (kalau menang) di wilayah Republik Indonesia 
  5. Dimohon hanya menjawab satu kali saja agar adil 
  6. Giveaway ini berlangsung sampai tanggal 11 Februari 2018. Saya akan memilih satu pemenang beruntung. 
  7. Pengumuman pemenang insya Allah tanggal 12 Februari 2018. 
  8. Silakan menjawab dengan format berikut ini di kolom komentar: 

Nama:
Twitter:
Email:
Link share: 

OK! Semoga beruntung ya! ;)

Kilas Buku: A Hole in the Head

|

Ini adalah buku Annisa Ihsani kedua yang saya baca setelah "Teka-Teki Terakhir". Temanya masih sama-sama remaja yang fokus kepada misteri dan sains. Kalau "Teka-Teki Terakhir" menyoal teori Fermat dalam bidang Matematika, "A Hole in the Head" lebih bermain misteri dengan teori-teori Fisika. Jadi gimana sih cerita tentang "A Hole in the Head" ini?

Ada seorang anak perempuan bernama Ann. Umurnya 13 tahun dan senang melakukan banyak aktivitas. Ibunya, Indira, seorang ilmuwan, dan ayahnya, Gertjan, adalah pengurus penginapan Monchblick di Swiss. Oh itu bukan penginapan milik ayahnya sendiri, melainkan milik istrinya, Nina Vogel. Yup, Indira dan Gertjan telah cukup lama bercerai. Lalu Gertjan dan Nina menikah dan memiliki satu anak bernama Emil.

Pada liburan kali ini Ann dijadwalkan akan berlibur bersama neneknya. Sayang sekali sang nenek harus mengurus cucunya (sepupu Ann) yang baru saja lahir dan merawat anaknya yang baru menjalani persalinan. Sementara Indira harus bepergian ke Asia Tenggara yang sudah pasti tidak bisa mengajak Ann ikut serta. Akhirnya Ann berlibur bersama Gertjan di penginapan Monchblik. Rasa senang tak terkira menggelayuti gadis yang senang berpetualang itu.

Liburan di Swiss tentu saja menyenangkan. Bagi Ann tidak ada yang lebih menyenangkan daripada tempat baru seperti Monchblick. Apalagi kali ini ia bisa bersama dengan ayahnya selama dua minggu penuh. Sayangnya liburan kali itu tidak sepenuhnya menyenangkan. Ada masalah di penginapan yang ditutupi oleh Gertjan dan Nina, yang pada akhirnya diketahui sendiri oleh Ann. Apa masalahnya?

Akhir-akhir ini penginapan Monchblick sepi pengunjung, dan lebih sering pindah ke penginapan saingan mereka, The Capra Cottage. Menurut gosip dan testimoni dari para tamu, mereka merasakan adanya hantu di kamar 303. Itu adalah hantu Mateo, yang semasa hidupnya merupakan seorang fisikawan namun frustasi hingga menggantung dirinya sendiri di pohon dekat penginapan itu. Demi membantu keluarga ayahnya, Ann dibantu oleh Jo, teman barunya, mencoba menyelidiki hal yang sebenarnya terjadi.
***

Saya senang dengan cerita yang dikarang Annisa. Gaya penulisan dan penceritaan yang disajikan selalu apik, mengingatkan pada cerita-cerita misteri anak yang sering saya baca di waktu kecil. Apalagi cerita misteri yang dikarang Annisa selalu ada kaitannya dengan ilmu pengetahuan, khususnya Matematika (di novel "Teka-Teki Terakhir") dan Fisika (dalam novel "A Hole in the Head"). Jujur, saya sedikit terobsesi dengan hal-hal yang berbau sains walaupun saya sendiri sama sekali tidak menyukai pelajaran tersebut. Mungkin karena otak saya tidak sanggup untuk menyerap sains khususnya pelajaran hitung-hitungan yah.

Namun saya selalu mengagumi mereka yang mencintai Matematika, dan juga Fisika. Guru-guru saya di sekolah termasuk dalam kategori ini. Salah satunya pak Ridho, guru Fisika saya ketika masih bersekolah di SMA Al-Masthuriyah, Cisaat, Sukabumi. Sebenarnya saya pernah mengulas tentang Pak Ridho di blog personal saya yang jadul, namun karena sudah lama sekali tidak update blog itu, lambat laun saya jadi lupa sendiri dengan password dan linknya.

Lanjut soal Pak Ridho. Seperti yang saya bilang tadi, saya tidak pernah mengerti dengan teori Matematika dan Fisika, walaupun saya punya fisikawan favorite, yakni Heissenberg (karena wajahnya ganteng sih, dan termasuk yang paling muda dalam konferensi Fisika-Kimia jadul yang entah tahun berapa hehe). Pak Ridho mengajar dua mata pelajaran di SMA saya; Matematika dan Fisika, walaupun keahlian beliau adalah pada bidang Fisika. Sayangnya saya tidak pernah mengerti apa yang beliau ajarkan. Otak saya memang mampet soal ini.

Pak Ridho adalah guru yang pintar dan baik hati. Jika menerangkan sesuatu di depan kelas, ia selalu berbicara dengan cepat. Mungkin ia jenis pembelajar yang visual kali ya jadi kalo ngomong cepeeeet banget kayak kereta. Yang paling saya ingat darinya adalah rambutnya yang berwarna putih (ini bukan karena ia meniru Einstein ya, bukan juga karena ia jago Fisika) persis Alm. Adnan Buyung Nasution (BTW, blogger zaman now tahu ndak ya siapa beliau ini), dan kacamatanya yang lensanya selalu copot sebelah. Selain mengajar, Pak Ridho juga senang bercerita tentang pengalaman pribadinya. Cerita-cerita beliau receh banget deh, mulai dari cara pendekatan kepada istrinya (dulu calon istri), dikira om-om kalau jalan bareng istrinya, hingga yang lain-lain. Cerita lengkap beliau yang pribadi itu ndak perlu saya jelaskan ya. Yang jelas saya sangat senang ketika Pak Ridho bercerita, alih-alih menerangkan pelajaran. Seringkali kami (saya dan teman sekelas) memancing beliau untuk bercerita. Karena sekali dipancing beliau suka lupa waktu dan malah bercerita hingga jam pelajaran Fisika selesai! Kami murid yang nakal yah.

Untuk Pak Ridho, dimanapun beliau berada. Jujur saya ndak tahu apakah beliau masih mengajar di SMA saya dulu atau bagaimana. Untuk Pak Ridho, semoga sukses selalu. Jangan pernah letih menjadi pengajar yang baik. Saya percaya, walaupun murid-murid sering nakal dan tidak mau belajar, namun dengan keikhlasan Bapak sebagai seorang guru, sedikit banyak akan memberikan keberkahan bagi mereka. Tetap semangat, Pak!

Untuk teman-teman pembaca, tetap semangat juga!

Untuk Annisa Ihsani, thanks ya sudah menulis cerita ini. Resep pisan teh bacana. :)

Data buku

Judul: A Hole in the Head
Pengarang: Annisa Ihsani
Tebal: 232 halaman
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama, 30 Oktober 2017

Custom Post Signature