Thursday, August 4, 2016

Kilas Buku: Misteri Kastel Es (Sherlock, Lupin, dan Aku #5)


Judul: Misteri Kastel Es (Sherlock, Lupin, dan Aku #5)
Judul asli: Sherlock, Lupin, & Io: Castello Ghiaccio
Pengarang: Irene Adler
Tebal: 258 halaman
Penerbit: BIP, 2015 (pertama kali terbit 2013)

Ini adalah kisah tentang tiga orang remaja detektif yang bernama Sherlock Holmes, Arsene Lupin, dan Irene Adler. Mereka bertiga bersahabat walaupun tinggal di tempat yang berbeda. Tokoh utama dalam serial ini adalah Irene Adler yang dalam nomor ini sudah mengetahui siapa ibu kandungnya. Ketika ia bertemu wanita yang melahirkannya itu untuk pertama kalinya, ia terpaksa harus berpisah lagi dengannya. Namun ia tidak kesepian karena ada Holmes dan Lupin, kedua sahabatnya yang sengaja berkunjung. Kedatangan Holmes dan Lupin juga suatu kebetulan karena ada kasus aneh yang mereka temukan di sekitar hotel tempat Irene menginap. Mereka bertiga menyebutnya dengan misteri kastel es.

Tokoh-tokoh detektif terkenal selalu memiliki kisah lain yang tidak dikarang sendiri oleh pengarang aslinya. Salah satunya adalah buku anak-anak yang sudah saya baca ini. Dan jujur, baru kali ini saya menemukan tokoh Sherlock, Lupin, dan Irene disandingkan, sebagai sahabat kental pula. Tapi syukurlah, ceritanya ringan dan mudah dicerna, khas anak-anak.

Sherlock Holmes digambarkan sebagai remaja yang jenius dan agak serius. Ia merupakan sosok yang senang menganalisa dan berpikir panjang. Sementara Lupin yang juga anak jenius agak berbeda. Ia cenderung lebih humoris dan santai. Dan Irene, si tokoh utama kita, digambarkan seperti cewek remaja biasanya, sedikit rapuh namun tangguh.

Saya senang dengan buku ini. Cocok untuk dibaca anak-anak yang beranjak remaja, meski tak dipungkiri juga cocok dibaca oleh orang dewasa yang senang dengan bacaan ringan dan menghibur.

4 bintang untuk buku ini.

Monday, July 4, 2016

KIlas Buku: White Fang


Judul: White Fang
Pengarang: Jack London
Genre: Klasik
Tebal: 330 halaman
Penerbit: Gagasmedia, 2014 (pertama kali terbit 1906)

Sinopsis:
White Fang adalah seekor anjing separuh srigala. Dia lahir dan dibesarkan di dalam hutan liar yang banyak memberinya pelajaran hidup yang keras. Hingga pada suatu saat ia bertemu dengan manusia di dalam hutan yang kemudian membawanya ke luar dari alam yang ganas dan liar itu.
White Fang menjadi binatang peliharaan, diajari menjadi seekor anjing yang baik. Meskipun kemudian ia harus berganti tuan, yang menyiksa dan memaksanya menjadi anjing petarung demi memuaskan keserakahan sang tuan.
Namun akhirnya, ia dipertemukan dengan sosok tuan lain yang penyayang, yang memperlakukannya dengan kasih sayang. (goodreads)

-----

Cerita fabel atau tentang binatang selalu menjadi perhatian saya. Entah, saya mudah tersentuh dengan berbagai hal yang berhubungan dengan binatang. Kali ini cerita yang saya baca adalah kisah klasik karya Jack London yang diterbitkan pada tahun 1906. Ceritanya mengenai seekor serigala-anjing. Si White Fang, begitu ia dinamakan, memang bukan murni seekor serigala. Ia berdarah seperempat serigala dan separuh lebih anjing. Ia dibesarkan dalam kehidupan liar yang memaksanya harus berburu dan membunuh untuk bertahan hidup. Karena itulah ia menjadi berbeda dari anjing biasanya.

Melalui White Fang dan ibunya, saya dapat merasakan bagaimana insting dan sudut pandang seekor binatang, khususnya serigala dan anjing. Ternyata betina dalam kelompok serigala itu cukup berkuasa, bahkan melebihi pemimpin kelompok sendiri. Ia dihormati, dihargai, dan bahkan diperebutkan. Sang betina senang dengan seluruh hal itu. Ia menganggap dirinya piala yang memang pantas untuk didapatkan dengan cara yang tidak mudah.

Saya pun dengan mudah dapat merasakan kebingungan White Fang. Wajar ia begitu bingung, karena pada awalnya lahir dan tumbuh menjadi binatang liar, tiba-tiba harus dipaksa menjadi babu dan mengikuti perintah majikan. Perasaan bingung semakin menjadi ketika White Fang harus berpindah majikan dan diperintah hanya untuk bertarung dan dikurung. Sang anjing-serigala ini pun memendam perasaan benci kepada setiap manusia yang ditemuinya, kecuali majikan pertamanya dulu.

Hingga pada akhirnya ada seorang penyayang yang berhasil mengubah insting liarnya menjadi lembut. Walau begitu, yang namanya serigala tetaplah serigala, walau ia separuh anjing.

Jack London sungguh merupakan penulis yang baik. Ia mampu menggambarkan perasaan seekor binatang yang (mungkin) hampir tanpa cela. Kalaupun yang ia gambarkan adalah salah, berarti ia telah berhasil meyakinkan para pembaca tentang "begitulah kehidupan dari sudut pandang binatang" lewat redaksinya yang sederhana namun memikat.

4 bintang untuk buku ini.

Saturday, June 4, 2016

Kilas Buku: Rahasia Bocah dari Masa Lalu

22887096

Judul: Rahasia Bocah dari Masa Lalu
Judul Asli: A Good and Happy Child
Pengarang: Justin Evans
Penerjemah: Gita Yulini K.
Genre: Misteri, Horror, Thriller
Tebal: 432 halaman
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama, Juni 2012 (pertama kali terbit 2007)

Sinopsis:
George Davies baru menjadi ayah, namun tak sanggup menyentuh putranya sendiri. Ketakutan itu membuatnya terpaksa berkonsultasi pada psikoanalis, demi menyelamatkan pernikahannya dan memperbaiki diri. Ada yang salah dengan dirinya, tapi apa?

George menggali kembali kenangan masa kecilnya. Berbagai peristiwa aneh muncul kembali ke permukaan, memaksanya mengingat bahwa ibunya berkencan hanya beberapa bulan setelah ayahnya meninggal. Bahwa ada bocah lusuh muncul di kamarnya pada malam hari, dan menceritakan rahasia yang tak seorang pun ketahui. Bahwa orang-orang di sekitarnya tak dapat melihat bocah itu dan tak percaya bahwa dialah biang keladi semua peristiwa mengerikan yang terjadi.

Nyatakah itu semua? Di tengah kebingungannya, kenangan George membawanya ke satu peristiwa yang telah lama terlupakan––peristiwa yang menentukan segalanya...

----

Kurang lebih sama seperti Monster Call dan Lisey's Story, buku ini bercerita tentang seorang yang tertekan. Dalam cerita ini yang dimaksud adalah George Davis. Sejak ayahnya meninggal ketika ia masih kanak-kanak, George melihat seorang anak yang sebaya dengannya. Si anak mirip dengan Huckleberry Finn, berbaju lusuh dan bersifat liar. "Hukleberry" akhirnya menjadi sahabat bayangan George dan kerap kali memberitahu banyak rahasia. Sayangnya rahasia itu salah dan kebanyakan darinya hanyalah dugaan buruk seorang anak yang memendam perasaan sedih tak terkira. Kesedihan dan kegilaan yang dialami George akhirnya membuat ia tanpa sadar menyakiti dan bahkan menghilangkan nyawa orang terdekatnya.

Saya tak pernah membayangkan betapa kepedihan dapat melumpuhkan jiwa dan bahkan akal sehat. Banyak kasus yang terjadi karena orang-orang yang terpuruk menjadi rapuh dan tak sanggup menanggung bebannya sendiri. Kalau sudah begini batas antara kenyataan dan khayalan tidak dapat dibedakan lagi.

Saya berusaha bertahan membaca buku ini, yang anehnya tetap merasa asyik membaca walau saya benci dengan situasi yang dialami George. Saya tidak tahan dengan apa yang terjadi padanya, khususnya ketidakwarasan yang berakibat fatal bahkan hingga ia dewasa. Syukurlah, George memiliki buah hati yang menjadikannya tekad untuk sembuh dan bertahan. Terkadang memang ada hal ajaib di sekitar kita yang menjadi obat mujarab. Dalam kasus George, anak, menjadi satu-satunya jalan untuk sembuh, walau tak dapat dipungkiri niat dan tekad adalah nomor wahid yang harus dimiliki.

3 bintang.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...