Top Social

Kilas Buku: Coppelia

|

Nefertiti adalah seorang gadis cantik yang pendiam dan pemalu. Ia sering dianggap aneh oleh teman-teman sekolahnya. Apalagi ia juga lebih senang bersahabat dengan anak perempuan yang menderita keterbelakangan mental yang tinggal di seberang rumahnya. Nefertiti semakin tertekan karena ia diharuskan pandai menari ballet seperti ibunya. Ketika ia mulai mencintai ballet, rasanya seperti ada yang hilang. Cintakah? Atau apa?

Oliver, seorang cowok yang sebaya dengan Nefertiti. Ia mencintai Nefertiti karena sering melihat gadis itu dari dalam rumahnya. Ya, Nefertiti memang adalah tetangga dekat Oliver, hanya saja mereka berdua pura-pura tidak saling tahu atau kalaupun tahu, mereka tidak mau repot-repot menyapa. Ketika mereka dewasa, Oliver merasa harus mengungkapkan perasaannya kepada Nefertiti. Sayangnya gadis itu masih berkutat dengan satu hal yang tidak bisa ia lupakan begitu saja: Cinta ibunya.

Coppelia, yang dijadikan judul untuk cerita ini, adalah nama dari boneka ciptaan Dr. Coppelius yang pandai menari. Sebenarnya ini adalah salah satu judul untuk tarian ballet, yang pertama kali dipertunjukkan tahun 1870. Jadi, cerita ini memang masih ada sangkut pautnya dengan ballet.

Metropop yang satu ini bukan metropop biasa. Kisah yang disajikan bukanlah melulu soal cinta antara laki-laki dan perempuan, namun juga cinta antara anak perempuan dan ibunya. Digambarkan, yang menjadi konflik, hubungan antara Nefertiti dan ibunya tidak pernah berjalan mulus hingga akhir cerita. Nefertiti masih terganjal dengan pertanyaan apakah ibunya benar-benar mencintai dirinya, atau justru menyesal telah melahirkannya. Usut punya usut hal ini masih ada hubungannya dengan masa lalu sang ibu. Mungkin jikalau Nefertiti mengetahuinya, ia akan mengerti.

Saya suka dengan cerita Coppelia, meski tidak terlalu tebal, kisahnya merupakan kisah cinta yang bermutu, apalagi temanya tentang cinta ibu dan anak.

Tiga bintang untuk novel ini.

Data buku
Judul: Coppelia
Pengarang Novellina A.
Tebal: 192 halaman
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama, Cetakan I, 9 Juli 2015

Pasar

|

Akhirnya, selesai juga dengan novel Kuntowijoyo yang satu ini. Bayangkan saya harus tidak tidur demi menghabiskannya. Sebenarnya lebih dikarenakan ajimumpung anak sedang tidur pulas sih, kalau tidak wah bisa kacau konsentrasi saya membaca buku sebagus ini.

OK, langsung saja ya, PASAR adalah novel yang jempolan. Kuntowijoyo selalu membahas sifat dan karakter khas manusia seperti karya-karya lainnya. Yang menjadikannya berbeda adalah PASAR disampaikan dengan segar dan kocak. Kalian akan bertemu dengan empat tokoh utama yang wataknya saling bersilangan seperti Pak Mantri Pasar, Kasan Ngali, Siti Zaitun, dan Paijo.

Pak Mantri Pasar adalah orang Jawa yang terpelajar. Ia menjadi panutan karena pengetahuannya dan sifatnya yang lembut dan santun. Ia juga menganut paham feodal dimana priyayi sepertinya harus dihormati. Sementara Kasan Ngali adalah orang Jawa yang menjadi pemilik modal. Ia menganut paham kapitalis yang selalu menilai segala hal dengan uang. Ada lagi Siti Zaitun, sosok perempuan muda yang menjadi pegawai bank. Ia mewakili manusia modern yang berpikiran logis dan praktis. Yang terakhir adalah Paijo, si tukang karcis yang menggambarkan orang bawahan yang harus manut kepada atasan. Dan oh, jangan lupakan Camat dan pegawainya, serta Pak polisi dan anak buahnya. Meski hanya sisipan belaka, mereka memegang peranan penting sebagai perwakilan birokrasi. Dan mereka semua pun orang Jawa belaka.

Lewat pasar yang menjadi latar belakang, dan juga para tokohnya ini, kita akan mendapatkan banyak pesan penting. Saya katakan banyak karena pesannya memang ndak cuma satu. Dan inilah yang menjadi kelebihan Kuntowijoyo. Ia meramu pesan-pesan itu dengan mengalir dan tidak tumpang tindih. Pesan-pesan itu diutarakan lewat kelakuan para tokohnya yang terkadang bikin pembaca terkekeh.

Diantara pesan yang banyak itu, hanya satu yang sepertinya sangat ditonjolkan yakni sastra dan budaya Jawa. Hal ini banyak digambarkannya lewat sifat, karakter, dan pemikiran Pak Mantri Pasar. Sepertinya Kuntowijoyo ingin mengutarakan keresahannya tentang perubahan sosial di tahun 70an, dimana masyarakat zaman itu mulai melupakan budaya asalnya sendiri dan menyenangi segala hal yang modern.

Pada akhirnya, buku ini memang sangat layak dibaca. Tidak hanya untuk kalangan sastrawan, namun juga kalangan awam seperti kita. Percayalah, novel ini, meskipun topiknya tidak ringan, namun ia enteng dibaca dan menggelitik.

5 bintang untuk novel ini! I love this book so much! :)


Data buku

Judul: Pasar
Pengarang: Kuntowijoyo
Cetakan: I, Februari 2017 (terbit pertama kali 1994 oleh Bentang Budaya)
Tebal: 378 halaman
Penerbit: Diva Press dan Mata Angin (atas kerjasama)
ISBN: 978-602-391-373-2

Kilas Buku: It Had to be You by Susan Elizabeth Phillips

|

I just finished another romance novel. Actually I did it because I wanted to complete my BBI reading challenge on sports fiction category. Its title is "It had to be You" by Susan Elizabeth Phillis. It is a popular novel I guess, but I just knew it when I had to read the sports fiction. I though the story was too cheesy and full of cheap romance along the story. But it's not like that. Let's move on with the story, I'm gonna tell you why the story impressed me.

A 34 years old woman finally came back to Chicago, her hometown, to attend her father funeral, Bert Somerville. Phoebe Somerville, it's her name, had a slim body, beautiful face, and also exceptional brain. Bert was an owner of the football team, the Chicago Stars. Unbelievably, He let Phoebe (not Reed Chandler, his lovely nephew) inherited the Stars, his first daughter that he never like. Even in their last telephone conversation, he'd told her she was his only failure (IHtbY, chapter 2).

Phoebe knew nothing about football. It made herself learn about it. She asked Ron, the team manager, to tell her everything. Mostly it's because she had the main goal to retain ownership of the team. She wanted the Stars win the AFC Championship, as her father told her, so that the team wouldn't revert to Reed. As long as she remembered, she had bad memories with Reed. As her only cousin, Reed kept bullying her. So it made her distress when he was around her.

On the other hand, she had problem with Molly, her only half-sister. Molly seemed hate her so much but Phoebe wanted to win her heart so badly. Moreover, She also had crush with Dan Calebow, the Stars head coach. Sometimes it made her nervous all the time she worked with him. The main question was, how Phoebe dealt with her problems? Could she pass the challenge her father gave? Could she keep the Stars in her hand?

Family Issues

As I said previously, I was impressed with the story (not the romance part). Phillips could write the conflict so nicely so that readers gave sympathy to the main character. I found most characters in the novel had the same problem in their families. Phoebe and Molly were lack of attention and love from their parents. Their mothers died when they were a child, and Bert as the father couldn't gave them so much attention. He bullied them instead, kept telling them as not good children and his only failure. That's why Phoebe ran away from home and accepted Arturo's offer to be his mistress. Actually she loved Arturo as her father, not her lover.

Reed Chandler had neurotic mother and grew up without his father with him, so that he also needed love from a man (anyone) as his father. Then he got it from Bert, his uncle. Besides,  Bert always fond of boys rather than girls. I think it can answer a question of why Bert hated his daughters and loved his nephew so much.

Dan also experienced bad childhood like the others. He was born to parents that not fond of children. So he had to survive by himself to be the best of him right now. It made Dan dreamed to have lovely family with kids and parents who care about each other (IHtbY, chapter 21).

Persistence

I saw everybody tried to achieve their goal persistently. Phoebe was with her team, sister, and soulmate. Dan was with his relationship goal. Molly was with her family and friendship goal. Even, Ron the manager was with his ambition to manage the team.

Susan tried to tell readers that people need to work hard if they want to achieve their goal. But work hard will be nothing without love. So, endeavor and love will take you to get to your purpose safe and sound. At least if you don't get it right away, you still can hold the love with you. And it will warm your heart.

Finally, 4 stars for this book.

Book data

Title: It Had to be You
Author: Susan Elizabeth Phillips
Format: Epub, 384 pages
Published October 13th 2009 by HarperCollins e-books (first published January 1st 1994)

Custom Post Signature