Top Social

Kilas Buku: Sepeda Merah

|
Judul Buku: Sepeda Merah (Yahwari #1)
Judul Asli: Bbalgan Jajeongeo Vol. 1
Genre: Graphic Novels
Pengarang/Ilustrator: Kim Dong Hwa
Penerjemah: Meilia Kusumadewi
Tebal: 144 halaman
Gramedia Pustaka Utama, 2012 (pertama kali terbit 2003)

"Telusurilah jalan-jalan pedesaan yang beraneka ragam itu untuk menemui para penduduk Yahwari. Anda pasti akan berpapasan dengan sepeda merah si tukang pos yang berkeliling pelan penuh keselarasan dengan alam sekitarnya."

Melalui kisah-kisah pendeknya yang sarat dengan kelembutan, Kim Dong Hwa diperhitungkan sebagai salah satu penulis manhwa paling berbakat di hati orang-orang Korea. (goodreads)
***
Saya belum pernah membaca karya-karya Kim Dong Hwa, apalagi serial populernya yang berjudul warna tanah, warna air, warna langit, apalagi yak,, hehe. Sehingga ketika membaca novel grafisnya yang saya pikir biasa-biasa saja dan hanya unggul pada indahnya gambar, saya langsung takjub. Pemikiran saya sebelumnya runtuh. Kim Dong Hwa tidak hanya sekedar menggambar dan bercerita. Ada sebongkah hati yang ia letakkan disana.

Hati? Ya, hati. Hati yang lembut. Sehingga para pembaca akan merasakan kesejukan yang dialami oleh tukang pos dan para penduduk Yahwari.

Tukang Pos. Yap. Jadi tokoh utama cerita ini adalah tukang pos yang senang berkeliling desa dan mengantarkan surat. Ia tidak hanya sekedar bertugas, namun ia menjalaninya dengan sepenuh hati, dengan senang hati dan dengan riang hati. Selagi berkeliling mengantarkan surat, ia menyapa para penduduk desa dan terkadang mampir sebentar untuk mengobrol. Terkadang ia juga senang dijadikan kurir dadakan oleh para penduduk meski tanpa upah.

Saya teringat dengan salah satu kurir wahana yang sudah dua kali mengantarkan paket ke rumah saya. Orangnya setengah baya, ramah dan sopan. Saya suka trenyuh dengan kegigihannya jauh-jauh membawa paket saya dari kantor wahana di Jakarta ke rumah saya yang agak terpencil. Saya berdoa kepada Tuhan agar memberikannya anugrah dan kebahagiaan yang berlimpah. Amin.

Dalam novel grafis ini saya juga tercenung ketika penulis menyingguh hampir punahnya surat menyurat karena kini tergantikan oleh telepon selular dan telepon umum, juga email. Yah, surat menyurat lewat kantor pos, memang butuh lama. Namun kadang mendebarkan juga berkomunikasi via surat. Perasaan kita menjadi penuh debaran menunggu balasan yang tertulis untuk kita.

Pada akhirnya, Kim Dong Hwa menganggap Tukang Pos adalah salah satu orang bersahaja yang patut diberi penghargaan, meski bukan dalam bentuk medali emas. Penghargaan yang terbaik adalah senyuman dan persahabatan yang indah. :)



Dan menurutku, pesan yang tersirat dalam novel ini adalah jika kita menanam benih kebaikan, maka kita akan menuai kebaikan pula. So, apa yang tanam itulah nantinya yang akan kita tuai.
5 comments on "Kilas Buku: Sepeda Merah"
  1. Sudah lama tertarik pengen beli tapi ya.... nantilah =p

    ReplyDelete
    Replies
    1. hayo belii.. di carefour dekat rumahku cuma 10,000 :D

      Delete
  2. kyaaaa...aku juga nyidam buku ini, tapi belum kesampaian juga... :')

    ReplyDelete
    Replies
    1. haha..
      semoga kesampaian ya mbak luckty :)

      Delete
  3. huaaa saya masih di timbunan iniiii *ayo baca baca baca*

    ReplyDelete

EMOTICON
Klik the button below to show emoticons and the its code
Hide Emoticon
Show Emoticon
:D
 
:)
 
:h
 
:a
 
:e
 
:f
 
:p
 
:v
 
:i
 
:j
 
:k
 
:(
 
:c
 
:n
 
:z
 
:g
 
:q
 
:r
 
:s
:t
 
:o
 
:x
 
:w
 
:m
 
:y
 
:b
 
:1
 
:2
 
:3
 
:4
 
:5
:6
 
:7
 
:8
 
:9

Custom Post Signature