Top Social

Get Lost in Library: Bersenang-senang di Perpustakaan UI

|
Hai teman-teman, kembali pada Laporan Pandangan Mata. Ini masih dalam rangka IRF sebetulnya. Setelah IRF selesai, keesokan harinya saya bersama teman-teman BBI Yogya dan Solo mengadakan tur ke Perpustakaan UI Depok. Tujuan utama kami tentu saja menemui sesepuh BBI, yakni Mbak Truly Rudiono yang memang bermarkas di gedung yang kata Mas Odin mirip dengan Markas Power Ranger itu, sekaligus berkeliling-keliling perpustakaan dengan Mbak Truly sebagai pemandunya. Baiklah, mau tahu bagaimana kegiatan kami disana? Yuk silakan dicek.

Senin, 9 Desember 2013
06:00 am
Pagi hari pukul enam pagi saya sudah menumpang angkot jurusan stasiun Kranji. Bersama Busyra, Dani dan Sulis, rencananya saya akan menumpangi kereta commuter line jurusan Kota untuk transit di Mangarai sebelum ke Depok. Mengapa mengambil kereta pagi? Alasannya karena kami berjanji untuk berkumpul di stasiun UI pada pukul delapan pagi. Namun pada kenyataannya malah molor. Kami malah berkumpul sekitar pukul sembilan.

Teman-teman Solo sedang menunggu KRL menuju Depok di stasiun Mangarai
09.00 am
Sebenarnya saya sudah lebih dari tiga kali mengunjungi UI. Dan saya seharusnya paham kemana arah gedung perpustakaan UI. Saya tahu dimana letak-letak fakultas yang biasa saya kunjungi. Sayangnya saya merasa takut salah, mengerikan juga membuat teman-teman nyasar. Dan akhirnya gegara saya menunjuk sebuah bis kuning, kami pun sukses tersasar hingga menuju PUSGIWA (teringat kenangan masa cinta monyet dulu hingga membela-belakan diri sendiri mampir ke PUSGIWA untuk bertemu... STOP! Sudah cukup jangan ulang lagi kenangan itu!) dan akhirnya ke PNJ! Haha, akhirnya feeling saya untuk nyasar benar juga. Kami sukses menyasarkan diri kami!

Foto bareng di depan bis kuning yang sukses menyasarkan kami.
Akhirnya jalan kaki mencari jejak menuju perpustakaan UI. Padahal masih jauh sekaleee..
Mampir ke PUSGIWA yuk, nostalgia dengan cinta monyet masa lalu.. #eh
Kemudian kami pasrah menunggu bis di halte PUSGIWA. Di jadwal kedatangan bis, tercatat bis kuning berikutnya akan datang sekitar pukul sepuluh lewat. Ah, pasrah sudah terlambat menemui mbak Truly. Namun tidak sampai sepuluh menit ada bis kuning mulai melaju dari arah PNJ. Kami saat itu masih di halte PUSGIWA pun berlari menyeberangi jalan raya dua arah dan dengan heroik mencoba menghentikan bis (sebenarnya tidak heroik juga sih hehe, terlalu lebay yah).
Jadi, jika kalian ingin mengunjungi perpustakaan UI, mungkin bisa mencoba rute berikut (bukan diperuntukkan bagi alumni dan para mahasiswa dan para karyawan UI ya. Ya iyalah :D):
  1. Jika ingin menggunakan bis kuning, mohon perhatikan jurusan bis tersebut. Jika bis tersebut menuju Politeknik Negeri Jakarta, jangan naik. Nanti malah kejauhan.
  1. Dari stasiun UI, jalan kaki lebih baik dan lebih sehat sepertinya. Tinggal menyeberangi jalan raya, melewati jalan setapak dan temukan FISIP / FIB, lalu coba jalan sedikit ke arah Masjid UI, nah dekat sanalah Perpustakaan UI berada. Ya memang agak ribet sih, karena banyak jalan singkat yang bisa dilalui.
10:00 am atau entah pukul berapa ketika itu

Markas Power Ranger eh Perpustakaan UI (kredit: Mas Dion)
Akhirnya kami berbalik arah kembali ke stasiun UI dan menyeberangi jalan lalu menyusuri jalan setapak untuk menemukan samudra di ujung jalannya. Dan tentu saja kami tidak menemukan samudra, kami kan bukan Lettie Hempstock. OK, sampai disini kami masih juga menyasari diri dengan berputar diantara tiga fakultas; FIB, FPsi dan FISIP. Dan akhirnya kami bertemu juga dengan pertigaan FASILKOM dan akhirnya, BINGO,, Perpustakaan UI is right in front of us!!
Semua tulisan dalam berbagai aksara itu bermaksud untuk
mengajak para pengunjung membaca
Antara senang dan terengah-engah kami menunggu di depan gedung, mendinginkan diri dibawah hembusan angin AC. Dan tak lama kemudian, orang yang sangat ingin kami temui tiba juga. Ini dia, Mbak Truly Rudiono, yang kami sangat ingin temui, muncul juga. :) Senang rasanya. 

Mbak Truly (berbaju pink) di depan perpustakaan
Bagian depan
Dan petualangan pun dimulai disini. Apa yang kami lakukan pertama?? Yap, benar, bernarsis ria dulu :D Coba lihat foto sebelah bawah ada siapa itu? ;)
Mas Dion berpose.
Ruang tunggu yang nyaman.
OK, langsung masuk ke dalam perpustakaan. Disana ruang tunggu dengan gaya minimalis dan sofa-sofa yang tertata rapi langsung memenuhi mata kami. Beberapa mahasiswa tampak sedang asyik membaca atau sekedar duduk duduk memainkan gadget mereka. Senang sekali rasanya bisa melihat suasana nyaman seperti ini. Damai mulai meliputi hati kami.

Tempat penitipan tas (berbentuk loker-loker) berada tidak jauh dari ruang tungggu. Ingat yah, sebelum kalian memasuki perpustakaan, harap menitipkan setiap tas yang kalian punya. Termasuk tas laptop. Mengapa? Karena menurut Mbak Truly, banyak kasus kehilangan terjadi di perpustakaan. Bukan hanya sekedar buku, namun juga bagian-bagian kertas, semisal halaman-halaman skripsi. Yap, bisa jadi beberapa buku yang ada di rak hanya tinggal kulitnya saja, sementara isinya kopong! Jadi, mohon ya, jaga baik perpustakaan ini. :)
Counter Sirkulasi dan Informasi
Gambar diatas adalah pusat sirkulasi buku, jadi jika kalian ingin melakukan check out (pinjam) dan extend (memperpanjang) buku, disini tempatnya. Jangan salah counter ya. :)

Bagian Dalam: Para Rak, Buku serta Orang-orang yang Mengaguminya
Selanjutnya kami berkeliling menuju lantai dua dan selanjutnya. Melihat-lihat koleksi perpustakaan. Teman, saya selalu takjub dengan buku-buku. Nyaman rasanya dikelilingi oleh buku-buku dan orang-orang yang menyintai buku.
Seorang mahasiswa sedang mencari informasi buku yang akan ia baca.
Klasifikasi Dewey untuk mempermudah pencarian nomer panggil para buku. :)
Kubikel-kubikel membaca
Rak buku bertingkat. Memenuhi langit-langit. Wah, surga!!
Tangga menuju rak buku bagian atas.
Rak-rak buku dilihat dari rak lantai dua
Mas Dion sedang melihat-lihat buku.
Mbak Truly sedang menjelaskan kondisi-kondisi buku.
Nah ini adalah kubikel yang berbentuk ruangan. Diperuntukkan bagi para pengunjung yang ingin membaca dan belajar tanpa terganggung lalu lalang orang lain.
Buku-buku langka
Selain memiliki koleksi berbagai buku teks dan hasil skripsi dan penelitian, UI juga memiliki ruangan khusus untuk buku langka. Sayangnya pengunjung belum diperbolehkan masuk untuk melihat-lihat. Ya saya dan teman-teman maklum dengan keadaan ini. Alasannya sangat jelas, yakni agar naskah-naskah langka itu bisa terawat dengan baik dan terhindar dari resiko-resiko kehilangan.
Menurut mbak Truly, jika terjadi force majeur atau kebakaran, naskah-naskah inilah yang akan diselamatkan terlebih dahulu! Wow!
Di balik pintu kaca itu naskah-naskah langka itu aman terlindungi.
Ini adalah petugas baik hati yang mengurus naskah-naskah langka tsb.
Pengklasifikasian Buku
Nah ini dia yang paling menarik dari sekian banyak hal tentang perpustakaan. Yap, pengklasifikasian buku. Menarik menurut saya, karena pengurutan buku-buku sesuai klasifikasinya adalah hal yang menakjubkan. Bagaimana sekian banyak buku dengan kategori yang berbeda-beda bisa dengan patuhnya masuk ke rak-rak sendiri-sendiri. Ah, ternyata bukan cuma Ilmu Komputer saja yang memiliki ilmu coding, Ilmu Perpustakaan juga memiliki ilmu yang sama rumitnya. Ah, pengen tahu soal ini. :D
Ini Pak Yono, temannya Mbak Truly, tengah menjelaskan sedikit saja soal penglasifikasian buku.
Well, menyenangkan yah jika kita semua bisa memiliki sedikit informasi saja mengenai perpustakaan. Yuk teman-teman jadikan perpustkaan sebagai salah satu tempat kita menghabiskan waktu luang. :)

Mbak Dani mengingatkan kita agar kita bijak sebagai pengunjung perpustakaan.
Jangan bawa kabur buku-buku perpus tanpa ijin ya ;)
OK sampai disini tur keliling perpustakaan UI. Dan STOP!! Koleksi tidak boleh dibawa pulang tanpa ijin! Ingat jika ingin meminjam atau mengopi koleksi harap lapor kepada petugas terlebih dahulu. Sekarang saatnya kami makan siang dan menuju Books & Beyond! :D

01:00 pm atau lebih
Books & Beyond
Masih dalam lingkungan perpustakaan, kami menemukan toko buku impor Books & Beyond. Wah, surga sekali nih. Khususnya mereka yang menyenangi buku-buku impor. Ada diskonkah? Ya, ada. Untuk buku-buku klasik, harganya murah deh, cuma Rp 50,000 saja, lalu jika menggunakan kartu member B&B harganya berkurang menjadi RP 40,000. Lumayan kan. Ada diskon yang lain? Ada juga kok, tapi kalau saya jelaskan, khawatir kalian kurang puas. Intip dulu aja foto-foto di bawah ini yuk! ;)

B&B terlihat jelas dari balik jendela kaca.
Ini dia Books & Beyond!
Menatap nanar: Mas Dion tak sabar memasuki Books & Beyond.
Berlomba memilih buku di bak diskon 20%.
Ini dia rak buku klasik yang saya ceritakan tadi. 40 ribu saja.
Nah, meja buku-buku yang termasuk masih gress nih.
Ahh.. tetap bikin mupeng yah. Apalagi ada banyak novel fantasi di meja tsb!
Lalu apakah ada yang kalap?? Ada kok, jangan kuatir :)) Tapi saya ndak mau buka rahasia ah. Hehe malu, kebanyakan beli buku bulan ini :D
Jadi sekarang bagaimana? Mau menjadikan Perpustakaan UI sebagai salah satu Wisata Buku kan? :P
Baiklah kawan-kawan sekalian, sampai disini dulu yah.. Sampai jumpa. :)

Ini kami di dalam perpustakaan.

Dan ini kami di luar perpustakaan. (kredit: Mbak Truly)
Terima kasih saya ucapkan kepada Allah SWT, teman-teman joglosemar khususnya Mas Dion, Mbak Bzee, Mbak Dani dan Sulis. Dan terima kasih paling khusus untuk Mbak Truly Rudiono. Terima kasih atas bimbingannya, panduannya selama di perpustakaan, traktirannya dan juga pinjeman kartu B&B-nya! *peluk :)
16 comments on "Get Lost in Library: Bersenang-senang di Perpustakaan UI"
  1. Whoaaa! Perpusnya keren gilaak!
    Di kotaku, perpus daerahnya aja sejuta level di bawah ini :'(
    Thanks artikelnya. Kece so bad ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. kotamu dimana amaya? ya semoga suatu waktu suatu bisa ya setiap perpus di Indo punya perpus sekeren itu.. :)

      Delete
  2. Wuah, reportasenya udah lengkap, aku ga usah bikin kali ya *dikeplak

    ReplyDelete
  3. perpus kampus besar harus bagus juga doang ya :')

    ReplyDelete
  4. Hehe asyik ya jalan2. Pas aku kuliah, perpus pusatnya masih yang lama dan aku kebanyakan main di perpus fakultas karena buku2 hukum adanya di fakultas. Baru pas aku lulus semua perpus digabung di perpus pusat baru ini. Perpus fakultas tutup.
    Duuuh nyasarnya jauh banget. Sebetulnya dari stasiun cukup naik bis kuning bertanda merah yang artinya "lurus" trus turun di halte masjid UI tinggal jalan dikit. Perasaan aku udah ngomong sama anak BBI Solo hihihi....
    aaah jadi pengen berkunjung juga.

    ReplyDelete
    Replies
    1. haha.. biasa lah Na, teori sama praktek berbeda.. mungkin ya ngerti pas dijelasin, tapi pas praktek bingung dan nyasar. :D
      ayo Na, nostalgia kampus..berkunjung kembali ke perpus pusat kampusmu. :)

      Delete
  5. Wah, gedungnya keceeeee.... Trus lautan bukunya di Books And Beyond...mau dong dijorokin kesitu hahaha...

    Reportasenya jempolllll...

    ReplyDelete
  6. Senang rasanya dikelilingi buku dan orang-orang yang mencintai buku (serta bernarsis ria dengan buku) asik, keren Dhila. *nyotek ah *dikeplak

    ReplyDelete
  7. semoga tahun depan kita bisa kesasar lagi ya #loh :)

    ReplyDelete
  8. Laaah kok sampe ke Pusgiwa Kak? :))
    Padahal dari stasiun pun jalan kaki aja nggak jauh-jauh amat kok, asalkan jalannya rame-rame hehehe.
    Aku biasanya nongkrong di ruang iMac kalo lagi nggak ada jam kuliah. Semoga next time kalo ada teman-teman BBI yg ke Perpus UI lagi bisa ikutan nimbrung :D

    ReplyDelete
  9. lu tau kenapa gue baca ini sampe meringis. yapp..... sampai sekarang gue masih kebingungan untuk mencari satu buku pun. susahhhhh.... padahal tinggal jugadeket kampus, hahahah...

    ReplyDelete

EMOTICON
Klik the button below to show emoticons and the its code
Hide Emoticon
Show Emoticon
:D
 
:)
 
:h
 
:a
 
:e
 
:f
 
:p
 
:v
 
:i
 
:j
 
:k
 
:(
 
:c
 
:n
 
:z
 
:g
 
:q
 
:r
 
:s
:t
 
:o
 
:x
 
:w
 
:m
 
:y
 
:b
 
:1
 
:2
 
:3
 
:4
 
:5
:6
 
:7
 
:8
 
:9

Custom Post Signature